Daftar Jam Bank Offline

Top Scorer EPL Majukan Pernikahan Demi Timnas Inggris

vardy3

Top Scorer EPL Majukan Pernikahan Demi Timnas Inggris

Jamie Vardy tampil sensasional musim ini. Dirinya mencuat dari seorang pemain non-liga, sampai menjadi pencetak gol terbanyak sedangkan liga Inggris. Impiannya sekarang adalah membantu timnas Inggris meraih trofi.

Dilansir dari Sports Mail, Hari Rabu, 11 November 2015, Vardy berujar pamungkas kali Inggris bermain dalam putaran final ajang Eropa, ia menontonnya ketika berlibur pada sebuah pulau di Yunani.

Ketika itu pada musim panas, di mana ia meninggalkan klub non-liga Fleetwood Town, pada Mei 2012. Ia dibeli Leicester City dengan biaya transfer hanya £1 juta. Namanya tak cukup terkenal ketika itu, sampai pembeliannya tak menjadi perhatian media.

Jamie Vardy membantu Leicester menjadi jawara Divisi Championship di musim pertamanya, mencetak 16 gol serta menjadi pesepakbola terbaik Leicester musim 2013/2014. Musim pertamanya di liga Inggris kembali menjadi kisah berhasil.

Ia mencetak 1 gol ketika Leicester meraih kemenangan mengejutkan, dengan skor 5-3 atas Manchester Utd di musim 2014/2015. Leicester memang hanya finis pada posisi ke-14 di akhir musim. Namun, namanya mulai menjadi perhatian.

Pelatih timnas Inggris, Roy Hodgson, memanggilnya bergabung pada 21 Mei 2015. Tapi, ia baru memulai debutnya bagi timnas Inggris pada 7 Juni, dalam laga persahabatan melawan Republik Irlandia, yang berakhir imbang tanpa gol.

Vardy hanya menjadi pesepakbola cadangan saat itu, masuk menggantikan Wayne Rooney ketika laga tersisa 15 menit. Beberapa bulan selanjutnya namanya semakin terangkat, bersanding dengan para pesepakbola top di liga Inggris.

Ia sudah menjadwalkan pernikahan dengan tunangannya, Becky, pada Juni 2016. Tapi, selanjutnya dia mengubahnya jadi lebih cepat, yakni pada 25 Mei atau sepekan selepas berakhirnya musim 2015/2016.

Perubahan itu dilakukannya, karena berkeinginan Roy Hodgson memanggilnya dalam timnas Inggris, untuk Piala Eropa 2016 di Prancis. Mimpi bomber berumur 28 tahun itu sekarang adalah memberikan trofi bagi negaranya.

Vardy akui masih merasa berada di alam mimpi, ketika bangun tidur setiap pagi. “Karena cara aku hingga di tahap ini, aku pikir aku mengapresiasinya jauh lebih besar. Anda dengar pesepakbola berujar ini hanya pekerjaan bagi mereka, namun bagi aku tidak.”

Ia akui memang melelahkan harus berlatih sepanjang waktu, bermain dalam ajang non-liga dengan pendapatan yang jauh berbeda. Kemampuannya baru diakui pada umur yang tidak muda lagi.

Tapi, ia memandang positif nasib hidupnya, menjadi contoh bagi para pesepakbola lain. “Ini adalah kebangkitan yang aku tak pernah prediksikan, namun bisa menjadi contoh yang baik bagi pemain-pemain muda, tentang apa yang dapat dicapai,” paparnya.

“Sejujurnya, ada banyak pesepakbola bagus di Divisi Conference. Aku kerap berpikir masalahnya hanya banyak tim tak rela mengambil risiko. Untungnya bagi aku, Leicester melakukannya,” kata Vardy.

Recent Posts


Bandar Judi Bola & Live Casino, Copyright © 2016 AGEN99BET.COM

Info Kontak